Minggu, 23 Agustus 2015

Sepenggal ode, mengingatkanmu

: Nurul Hidayah Aris
 




Kami bukan suara peringatan

untuk memanjakan langkahmu menuju pemakaman,

bukan penggalan tulisan, yang asyik kau ukir sebagai mantan.

ini hanya bunyi, tanpa kedua telinga itu--kau paham kan?

sekedar berusaha menemanimu, atau menjaga nisanmu

dengan pelukan, tanpa kau elu-elukan

Selamat merayakan penggalan ini—mengingatkan kau

tentang tangisan pertamamu. Entah kau telah berada di angka

keberapa, dan ingin berhenti di- yang keberapa.

Berbahagialah di bawah pohon kesedihan, tanpa lupa pada daun

dan batang yang melindungimu.




(Makassar 2015)
Share: